Home / Daerah toli-toli

Sabtu, 19 September 2026 - 03:58 WIB

SKANDAL PROYEK BPBD TOLI-TOLI: Anggaran Rp1,9 Miliar Digerogoti, Mutu Proyek “Asal Jadi” & Kontraktor Main Ancam Jurnalis!

nabitex news TOLI-TOLI — Bau busuk aroma dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan negara di Kabupaten Toli-Toli kian menyengat. Proyek pemasangan batu pengaman bencana di Dusun Tubele, Desa Kalangkangan, Kecamatan Galang, di bawah naungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toli-Toli, mendadak jadi sorotan publik setelah terbukti dikerjakan secara ugal-ugalan, amburadul, dan jauh dari standar teknis konstruksi.

​Ironisnya, proyek yang menelan anggaran fantastis hingga Rp1.912.194.000 dan dikerjakan oleh CV. Guna Usaha Tolis dengan masa kontrak 150 hari kalender ini, justru sudah mengalami kerusakan parah—berlubang dan ambles—di sekujur bangunan padahal baru saja selesai dikerjakan!

​Maling Anggaran? Batu Gajah Spesifikasi Bencana Disulap Jadi Batu Kali Abal-Abal!

​Berdasarkan hasil investigasi mendalam dan aduan masyarakat di lapangan pada Jumat (18/9/2026), kontraktor diduga kuat melalukan praktik curang demi meraup keuntungan pribadi di atas penderitaan rakyat.

​Sesuai standar teknis bangunan pengaman abrasi dan terjangan air, proyek penanggulangan bencana wajib menggunakan material batu gunung berukuran besar (batu gajah). Namun, realita di lapangan justru menguak fakta mencengangkan: CV. Guna Usaha Tolis diduga dengan sengaja menggantinya menggunakan campuran batu kali serta batu-batu kecil yang diambil langsung dari aliran sungai!

​”Seharusnya spesifikasinya pakai batu gunung yang besar, tapi di lapangan kami lihat justru pakai batu kali dan batu-batu kecil. Coba dilihat di gambar kelihatan sekali pakai batu kali, batu ini diambil di sungai bukan di gunung. Akibatnya, kondisi pekerjaan pemasangan batu gajah ini sudah berlubang parah padahal baru dikerjakan,” tegas seorang warga setempat yang geram namun meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (18/9/2026).

​Akibat penggunaan material ilegal tersebut, rongga-rongga besar kini menganga di antara tumpukan batu. Bangunan penahan yang seharusnya berdiri kokoh melindungi pemukiman warga kini rapuh dan dipastikan bakal ambruk total sebelum sempat berfungsi. Negara dirugikan secara nyata, sementara keselamatan rakyat dipertaruhkan demi ambisi memperkaya diri!

​Mental Preman Kontraktor: Borok Ditutupi Arogansi & Intimidasi Wartawan

​Busuknya kualitas proyek ini ternyata sejalan dengan mentalitas murahan oknum pelaksana di lapangan. Ketika dikonfirmasi oleh awak media untuk meminta hak jawab serta transparansi publik, oknum penanggung jawab proyek dari CV. Guna Usaha Tolis berinisial W justru menunjukkan tabiat arogan layaknya preman pasar.

​Alih-alih memberikan penjelasan rasional terkait teknis pekerjaan, W malah melontarkan nada tinggi, menginterogasi, hingga melancarkan ancaman intimidatif terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas konstitusionalnya:

​”Kamu dari mana, ada KTP, ada kartu pers kamu punya? KTP dengan kartu pers tidak sama, saya foto kamu,” cetus W dengan nada penuh arogansi.

​Tindakan biadab ini bukan sekadar pelecehan terhadap profesi jurnalis, melainkan bentuk kepanikan akut akibat borok kecurangan proyek miliaran rupiah tersebut mulai terkuak ke permukaan publik.

​Ultimatum Keras: Aparat Penegak Hukum & Inspektorat Jangan Tutup Mata!

​Publik Sulawesi Tengah dan elemen pemantau independen tidak akan tinggal diam melihat uang rakyat dijarah secara terang-terangan. Desakan keras kini dialamatkan kepada Inspektorat Daerah Kabupaten Toli-Toli serta Aparat Penegak Hukum (APH)—baik Kepolisian maupun Kejaksaan—untuk segera turun tangan menyerbu lokasi proyek:

​Tangkap & Periksa Pelaksana: Seret oknum berinisial W dan pimpinan CV. Guna Usaha Tolis untuk diperiksa atas dugaan penyelewengan dana negara.

​Audit Fisik Total: Lakukan uji laboratorium dan audit investigasi mendalam terhadap volume, RAB, serta spesifikasi material yang menyimpang.

​Evaluasi BPBD Toli-Toli: Copot dan mintai pertanggungjawaban pejabat pembuat komitmen (PPK) serta kepala BPBD Toli-Toli yang diduga tutup mata atas bobroknya proyek ini.

​Jika APH masih bungkam, maka publik patut menduga ada “main mata” antara pihak kontraktor dengan oknum pejabat penguasa anggaran di balik mega proyek amoral ini!(*Tim*)

Ditulis oleh Redaksinabitexnews

Belum ada informasi tentang penulis ini.

Lihat Semua Artikel

Share :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Juga

Headline

Kapolres Sigi Resmikan Aula “Pakaroso” Polsek Dolo, Tinggalkan Ruang Kebersamaan untuk Personel

Kota palu

HUT ke-81 RI, Kajati Sulteng Tegaskan Penegakan Hukum Harus Adil dan Tanpa Tebang Pilih

Daerah sigi

Pengendali Banjir Sungai Gumbasa Capai 92 Persen, Perlindungan Warga Sigi Segera Terwujud

Daerah toli-toli

Proyek Jalan Panasakan Rampung Tak Sampai Sepekan, Warga Soroti Target Kontrak 60 Hari

Daerah sigi

AKBP Agus Dwi Cahyono Resmi Nahkodai Polres Sigi, Gantikan AKBP Kari Amsah Ritonga

Daerah sigi

Kapolres Sigi Sambut Tim Audit Itwasum Polri, Perkuat Integritas dan Pengelolaan Keuangan Lewat Evaluasi Ketat

Daerah Parigi moutong

Pengesahan Majelis Adat Sanjo Sio, Sanksi Adat Harus Sejalan dengan Hukum

Daerah sigi

HUT RI ke-81, Kapolres Sigi Tegaskan Komitmen Perkuat Persatuan dan Pengabdian