nabitex news TOUNA — Tiga titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Salah satu titik yang berada di kawasan pinggiran Sungai Bongka berhasil dipadamkan tim gabungan setelah dilakukan penanganan, Minggu (6/9/2026).
Kapolsek Ulubongka, Iptu Muhajir Wonti, mengatakan informasi mengenai tiga titik hotspot tersebut diterima pada Minggu pagi sekitar pukul 08.55 WITA melalui aplikasi LAPAN Fire Hot yang terhubung dengan pemantauan satelit.
“Dari hasil pemantauan terdapat tiga titik hotspot di wilayah Kecamatan Ulubongka. Setelah dilakukan pengecekan, dua titik berada di wilayah pinggiran Sungai Bongka, antara Desa Bongkakoy dan Desa Tobamawu,” kata Muhajir.
Berdasarkan informasi dari Bhabinkamtibmas Desa Tobamawu, Aipda Risman, kobaran api di lokasi tersebut telah terlihat sejak Sabtu (5/9/2026).
Upaya pemadaman dilakukan sekitar pukul 11.00 WITA. Aipda Risman bersama sejumlah warga Desa Tobamawu mendatangi lokasi dan berupaya memadamkan api menggunakan tangki semprot.
Namun, kondisi angin yang cukup kencang serta vegetasi dan material lahan yang mudah terbakar membuat kobaran api semakin membesar. Upaya pemadaman secara manual pun mengalami kendala.
“Karena kondisi angin dan bahan yang mudah terbakar, api mulai membesar dan sulit dipadamkan. Bhabinkamtibmas kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada saya,” ujar Muhajir.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Ulubongka kemudian berkoordinasi dengan Manggala Agni untuk memperkuat upaya pemadaman.
Sekitar pukul 12.30 WITA, tim gabungan tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan. Tim terdiri atas sembilan personel Polri dari unsur Brimob dan Polsek Ulubongka, enam personel Manggala Agni, dua personel BPBD, satu personel pemadam kebakaran, serta tiga warga.
Proses pemadaman juga didukung satu unit kendaraan pemadam. Setelah sekitar satu jam dilakukan penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 13.30 WITA.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai tiga hektare. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan dalam kejadian tersebut. Satu Hotspot Lainnya Terdeteksi di Desa Kasiala
Daerah Parigi moutong Air Sungai Keruh di Tengah Cuaca Cerah, Dugaan PETI di Desa Siaga Disorot, Gubernur dan Kapolda Diminta Turun Langsung
Daerah sigi Pengendali Banjir Sungai Gumbasa Capai 92 Persen, Perlindungan Warga Sigi Segera Terwujud
Daerah sigi AKBP Agus Dwi Cahyono Resmi Nahkodai Polres Sigi, Gantikan AKBP Kari Amsah Ritonga
Daerah toli-toli Bukan Batal! Proyek Jalan Panasakan Tolitoli Dialihkan ke Jalan Kartini, Disperkitman Pastikan Tetap Dikerjakan
Daerah toli-toli Ketum A-APPI Ade Julhaidir Desak Kapolda Sulteng Sikat Habis Mafia Solar Bersubsidi di Tolitoli, Soroti Dugaan Pembiaran APH
Sementara itu, satu titik hotspot lainnya terdeteksi di wilayah Desa Kasiala, Kecamatan Ulubongka. Berdasarkan data pemantauan satelit, titik tersebut terdeteksi pada 6 September 2026 dengan tingkat kepercayaan kategori medium.
Setelah dilakukan konfirmasi, titik panas tersebut diketahui berada di kawasan Palampa Uemarao, Desa Kasiala, yang merupakan wilayah pedalaman.
Muhajir menjelaskan, titik panas tersebut diduga bukan merupakan lokasi yang baru muncul. Berdasarkan informasi yang diterima, api di kawasan tersebut diduga telah muncul sejak 24 Agustus 2026 dan kembali terpantau pada 26 Agustus 2026.
Kondisi api kemudian dilaporkan telah meluas di kawasan tersebut. “Untuk titik di Desa Kasiala, setelah dikonfirmasi berada di wilayah Palampa Uemarao. Titik api tersebut diduga sudah muncul sejak 24 Agustus dan kembali pada 26 Agustus 2026, kemudian sudah meluas,” kata Muhajir.
Hingga berita ini disusun, titik tersebut masih menjadi perhatian dan terus dipantau untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Kondisi medan yang berada di wilayah pedalaman menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan. Selain akses yang sulit, vegetasi dan material yang mudah terbakar juga berpotensi mempercepat penyebaran api.
Muhajir mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi lahan dipenuhi semak dan rumput kering serta angin bertiup cukup kencang.
“Kondisi vegetasi dan bahan yang mudah terbakar di lahan dan kawasan hutan dapat menyebabkan api terus menjalar, terutama apabila terdapat semak, rumput kering, atau material lain yang mudah terbakar,” jelasnya.
Pihak kepolisian bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang terdeteksi guna mengantisipasi meluasnya kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki vegetasi kering dan sulit dijangkau.
Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum api meluas.














Komentar