nabitex news SIGI, 31 AGUSTUS 2026,- Pembangunan infrastruktur pengendali banjir Sungai Gumbasa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, memasuki tahap akhir. Proyek yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air itu kini telah mencapai progres sekitar 92 persen.
Capaian tersebut menandakan pekerjaan konstruksi telah mendekati penyelesaian. Sejumlah pekerjaan di lapangan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh bagian infrastruktur dapat diselesaikan sesuai rencana.
Salah satu pekerjaan yang tengah dikerjakan yakni pemasangan batu gajah sepanjang kurang lebih 570 meter sebagai struktur penahan aliran Sungai Gumbasa.
Informasi terkait perkembangan pekerjaan disampaikan Luckky kepada awak media, Minggu (30/8/2026). Ia menyebut pekerjaan secara umum telah mendekati tahap akhir dan sejumlah pekerjaan tersisa, termasuk pembersihan lokasi.
“Kurang lebih satu minggu lagi ini tinggal pembersihan,” ujar Luckky. Warga Berharap Risiko Banjir Berkurang Kemajuan pembangunan pengendali banjir tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Gumbasa.
Hasan, warga Desa Pakuli, mengaku bersyukur dengan pembangunan infrastruktur tersebut. Menurutnya, keberadaan struktur penahan sungai memberikan harapan bagi masyarakat untuk menghadapi musim hujan dengan rasa lebih aman.
“Kami sangat bersyukur. Kalau datang musim hujan, kami sudah tidak terlalu khawatir lagi karena sudah dipasang batu gajah sebagai penahan Sungai Gumbasa,” ungkap Hasan.
Bagi masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai, keberadaan infrastruktur pengendali banjir dinilai penting untuk mengurangi potensi dampak luapan air, terutama ketika intensitas hujan meningkat.
Bernilai Rp14,08 Miliar Pembangunan pengendali banjir Sungai Gumbasa tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, dengan nilai kontrak mencapai Rp14,08 miliar.
Daerah sigi Kapolres Sigi Sambut Tim Audit Itwasum Polri, Perkuat Integritas dan Pengelolaan Keuangan Lewat Evaluasi Ketat
Headline Kajati Sulteng Lantik Tujuh Pejabat Strategis, Tekankan Integritas dan Penguatan Penegakan Hukum
Daerah Tojo Una Una Api Mengamuk Tengah Malam di Cempa, 0,5 Hektare Lahan Terbakar
Hukum 27 Perkara Inkracht, Kejari Buol Musnahkan 97,8 Gram Sabu
Daerah sigi Berani Cup 2026 Bergema di Sigi, Kapolres Tegaskan Olahraga Harus Jadi Perekat Persatuan
Proyek ini memiliki waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender, dengan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.
Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada PT Bukaka Pasir Indah, sedangkan konsultan supervisi dilaksanakan oleh PT Duta Bhuana Jaya KSO bersama CV Bosa Lima Konsulindo.
Diharapkan Lindungi Permukiman dan Lahan Pertanian Pembangunan infrastruktur pengendali banjir Sungai Gumbasa diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap masyarakat dan kawasan yang berada di sekitar aliran sungai.
Selain berfungsi sebagai struktur penahan aliran, bangunan tersebut diharapkan mampu membantu mengurangi risiko erosi serta dampak luapan sungai yang berpotensi mengganggu permukiman dan lahan pertanian masyarakat.
Dengan progres yang telah mencapai sekitar 92 persen, perhatian kini tertuju pada penyelesaian pekerjaan hingga tahap akhir. Masyarakat berharap infrastruktur tersebut tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Penyelesaian proyek ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur sumber daya air sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat Kabupaten Sigi dalam menghadapi potensi banjir pada musim penghujan.
(Redaksi Enalpalu)














Komentar