Home / Daerah toli-toli

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:02 WIB

Bertahun-tahun Dihantui Jalan Berlubang, Warga Panasakan Tolitoli Kini Bisa Bernapas Lega

nabitex news TOLITOLI — Keluhan warga Kelurahan Panasakan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, terhadap kondisi jalan yang rusak dan berlubang akhirnya mulai mendapat jawaban. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkitman) Provinsi Sulteng kini menggenjot perbaikan dan pengaspalan ruas jalan di kawasan tersebut.

Pekerjaan yang telah dimulai ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun harus berhadapan dengan kondisi jalan yang kurang nyaman dan rawan bagi pengguna kendaraan.

Pantauan di lokasi, Jumat (28/8/2026), sejumlah alat berat terlihat beraktivitas melakukan penghamparan timbunan serta pemerataan material sirtu. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum ruas jalan memasuki proses pengaspalan.

Ruas yang dikerjakan memiliki panjang lebih dari 300 meter dengan lebar sekitar 3 meter. Pemerintah menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu 60 hari kalender.

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Kembar Menanti sebagai kontraktor penyedia jasa. Berdasarkan data kegiatan, pembangunan ini menggunakan anggaran APBD Provinsi Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2026 dengan nilai sebesar Rp385.235.000.

Pekerjaan tersebut tercatat dalam kontrak nomor 10/02.0014/SPK/BKP.Perkitman/2026, dengan material pekerjaan bersumber dari material lokal Tolitoli. Tekankan Kualitas Pekerjaan

Kepala Dinas Perkitman Provinsi Sulawesi Tengah, Akris Fatah, ST, menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor juga diminta tidak hanya mengejar target penyelesaian, tetapi memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar.

Menurut Akris, pembangunan jalan tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Kami berharap pekerjaan di lapangan nantinya bisa memperlancar arus lalu lintas serta memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengendara roda dua maupun roda empat. Rekanan juga ditekankan untuk menjaga kualitas mutu hasil pekerjaan karena jalan ini dibangun untuk kepentingan publik dalam jangka panjang,” ujar Akris. Warga: Dulu Lubang Tertutup Air, Kini Mulai Diperbaiki

Bagi masyarakat Panasakan, dimulainya pekerjaan jalan bukan sekadar proyek pembangunan. Perbaikan tersebut menjadi harapan baru setelah kondisi jalan selama ini cukup menyulitkan aktivitas warga.

Rudi C., salah seorang warga Kelurahan Panasakan, mengaku bersyukur melihat pemerintah mulai memperbaiki ruas jalan tersebut.

Ia mengatakan, jalan berlubang sebelumnya kerap menjadi persoalan bagi pengendara. Kondisi semakin berbahaya ketika hujan turun karena genangan air sering menutupi lubang sehingga sulit terlihat oleh pengendara.

“Syukurlah tahun ini jalan di sini mulai diperbaiki dan diaspal kembali. Dulu sering terjadi kecelakaan akibat lubang jalan yang tertutup air hujan,” ucap Rudi.

Masyarakat pun berharap pekerjaan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga dikerjakan dengan kualitas yang baik sehingga jalan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Dengan dimulainya perbaikan ini, wajah infrastruktur di Kelurahan Panasakan perlahan mulai berubah. Jalan yang sebelumnya menjadi keluhan warga diharapkan segera menjadi akses yang lebih aman, nyaman dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari.

(AA/Red)

Ditulis oleh Redaksinabitexnews

Belum ada informasi tentang penulis ini.

Lihat Semua Artikel

Share :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Juga

Hukum

Dua Pekan Usai 22 Excavator Disita, Tambang Ilegal Buol Kembali Menggeliat: Siapa Beking di Balik Layar?

Hukum

Membongkar Borok Mafia Solar di Parigi Moutong: Jeritan Petani di Tengah Dugaan Penyelewengan Subsidi

Headline

Kapolres Sigi Resmikan Aula “Pakaroso” Polsek Dolo, Tinggalkan Ruang Kebersamaan untuk Personel

Hukum

Kajati Sulteng Setujui Restorative Justice Perkara Kecelakaan Lalu Lintas di Tolitoli

Hukum

Kejati Sulteng Setujui Penghentian Penuntutan Dua Perkara Penganiayaan Melalui Keadilan Restoratif

Daerah sigi

Pengendali Banjir Sungai Gumbasa Capai 92 Persen, Perlindungan Warga Sigi Segera Terwujud

Daerah Parigi moutong

Air Sungai Keruh di Tengah Cuaca Cerah, Dugaan PETI di Desa Siaga Disorot, Gubernur dan Kapolda Diminta Turun Langsung

Kota palu

HUT ke-81 RI, Kajati Sulteng Tegaskan Penegakan Hukum Harus Adil dan Tanpa Tebang Pilih